TradingView

Sunday, June 2, 2019

Menemukan saham dengan potensi naik minimal 10%

Untuk trading saham di BEI, hanya bisa menghasilkan keuntungan bila membeli di harga rendah dan menjual di harga tinggi. Dengan demikian, cara trading yang paling masuk akal adalah memilih saham yang sedang uptrend.

Salah satu cara yang paling mudah untuk memilih saham uptrend adalah dengan melihat harga yang berada di sekitar all time high (ATH). Dalam mengamati pergerakan harga, saya membatasi diri melihat saham yg tutup di atas 90% ATH, dengan demikian masih ada kurang lebih 10% untuk mencapai ATH dan bonus lebih besar bila harga bergerak membentuk ATH yang baru, yang jelas peluangnya sangat besar karena uptrend yang sedang terjadi.

Dengan screener ini, sepanjang tahun 2018 terdapat 4829 signal yang dihasilkan.


Dari signal yang dikeluarkan tersebut, bila pilih hanya yang berstatus ATH terdapat 810 signal. Dan 412 signal menghasilkan keuntungan lebih dari 10% setelah 50candle, dan ada 398 signal yang menghasilkan kurang dari 10% atau bahkan rugi.


Sebaiknya untuk menguji sebuah screener dilakukan dalam rentang yang panjang, sehingga bisa terlihat kemampuan screener dalam menghadapi berbagai kondisi pasar.

Silahkan lakukan pengujian pada screener ini melakukan modifikasi untuk penyesuaian. Screener ini hanya menghasilkan signal beli, bukan suatu trading system yang lengkap. Lakukan testing untuk berbagai parameter untuk mendapatkan hasil yang optimal untuk trading. AFL ini bisa di download melalui cloud server dengan mengikuti link ini. Ada dua versi screener untuk pengguna Amibroker versi  6.20 dan yang lebih baru bisa menggunakan keduanya, sedangkan pengguna versi sebelumnya bisa menggunakan versi lawas. Perbedaan keduanya adalah pada kecepatan mengolah output, tetapi tidak terasa perbedaan yang signifikan karena data yang diolah cuma sedikit. Pengguna Amibroker versi 6.0 dan sebelumnya akan menemui error pada AFL disebabkan oleh kompatibilitas Formula Editor yang belum mendukung penggunaan Statment "AddMultipleColumn"

AFL ini disimpan pada folder custom sehingga bisa dimodifikasi, bila diaplikasikan pada chart harga, maka akan ada area berwarna di ATH sampai -10%, dan saat penutupan ada dalam area watchlist tersebut akan diberi notasi dot biru pada bagian atas harga. Sedangkan bila tercipta ATH yang baru, maka notasi yang diberikan adalah dot kuning.

Contoh penggunaan screener ini bisa dilihat di channel Stock Technician.

Berikut adalah hasil screening untuk candle tanggal 31 Mei 2019, yang mencapai ATH adalah  BELL, CLEO, BTPS dan MDKA. Sedangkan yang sudah boleh mulai entry adalah ACES, MTDL PWON dan SMSM karena terlihat sudah mengalami retracement dan sekarang sudah kembali berada dalam area >90% ATH, semoga berikutnya bisa membuat ATH yang baru dan memberikan keuntungan lebih banyak lagi.



Semoga bisa membantu.

Monday, October 8, 2018

Beta Academy Batch 2

Beta Academy Batch 2 sudah terselenggara dengan baik, pertemuan off air pada 6 Oktober 2018 dilakukan di seputaran Cawang - Jakarta Timur. Pertemuan off air dimaksudkan sebagai penekanan mengenai materi-materi yang sudah dibahas selama 2 bulan.

Pergerakan pasar secara real yang terjadi selama 2 bulan diharapkan bisa menjadi tempat praktikum untuk semua peserta. Pergerakan IHSG yang sedang sideways merupakan bahan yang cukup baik walaupun belum mencakup seluruh emosi pasar. Dalam rangkaian workshop selama 2 bulan, didapatkan berbagai pergerakan termasuk kekeliruan dalam melakukan analisa.

Dengan menggabungkan cara trading dari 3 orang mentor, diharapkan peserta bisa menemukan cara trading yang lebih sesuai dengan tingkat kenyamanan dan besaran resiko masing-masing.

Ada waktu-waktu tertentu dimana peserta bisa praktek sebagai scalper dengan membaca order book dan menggunakan Tape Reading. Dimana posisi buy/sell dilakukan berdasarkan komposisi bid-offer dan volume yang tercantum pada order book.

Setiap malam peserta diminta untuk membuat sebuah trading plan dan mengeksekusi lalu menuangkan dalam sebuah journal untuk kemudian melakukan evaluasi.

Contoh-contoh praktis penerapan VPA  (Volume Price Analysis) langsung dengan real market dengan melakukan analisa chart dimalam hari dan melihat secara nyata pergerakan harga tanpa rekayasa.

Penggunaan Fibonacci dalam perdagangan nyata, melihat bagaimana harga bergerak dengan perlahan dan menyentuh level support dan resisten sesuai dengan Fibonacci.

Pelatihan selama 2 bulan yang menyenangkan, dari sisi seorang mentor dimana bisa dilihat perkembangan setiap peserta, journal trading yang masuk dibandingkan sejak journal pertama dengan journal berikutnya didapatkan perkembangan yang sangat mengagumkan.

Salah satu yang paling nyata adalah masalah disiplin. Pada awal-awal pelatihan, dimana analisa teknikal masih sangat sering dibantu, kemudian eksekusi secara tergesa-gesa karena fear/greed juga alokasi portofolio yang dibagi secara merata. Setelah beberapa waktu terjadi perubahan yang cukup drastis, pemilihan emiten lebih mandiri, disiplin pada rencana yang sudah disusun, eksekusi dengan sabar, penuh percaya diri pada kemampuan masing-masing peserta.

Harus diakui ada range yang cukup lebar antar peserta, terutama pada peserta yang benar-benar masih baru di dunia saham dan peserta yang sudah memiliki pengalaman yang cukup bagus.

Dari sejumlah peserta, ada juga yang sudah bisa menjadi admin group premium, memberikan analisa dengan baik dan berhasil menjual kepada trader lain, suatu pencapaian yang belum pernah terpikirkan oleh para mentor. 😁  Kami bahkan tidak pernah terpikir mampu mencetak seorang Penjual Signal, suatu hal yang sangat membanggakan, ada peserta Beta Academy yang dipakai secara nyata sebagai analyst Group Premium.

Beta Academy adalah awal dari petualangan mencari jati diri sebagai seorang trader. Banyak kemampuan dasar trader yang bisa diberikan tetapi tidak ada jalan pintas untuk menjadi seorang real trader. Jalan pintas untuk menyingkat masa pembelajaran, tetapi pengalaman di pasar yang sesungguhnya dengan semua kejadian unik tidak bisa didapatkan dari sumber lain.

Selamat berjuang, dapatkan pengalaman baru yang menyenangkan, sampai jumpa di puncak.


Wednesday, March 28, 2018

Analisa pergerakan harga saham #ADRO


ADRO terlihat mengalami pelemahan yang cukup signifikan. Menembus uptrendline mid-term. Kondisi saat ini, terlihat MACD mendekati keadaan golden cross yang berarti akan ada pembalikan trend dalam waktu dekat. Bisa diperhatikan support di kotak warna biru pada chart yang merupakan level yang cukup penting. 

Bila ADRO menyentuh level tersebut, bisa ada 2 kemungkinan. Pertama ADRO akan kembali ke trend utama, yang naik, walaupun dengan kecepatan yang lebih rendah, atau kemungkinan kedua bisa jadi ADRO hanya mengalami penguatan sementara kemudian turun lagi mencapai support di area kotak kuning.

Salah satu cara untuk melihat arah pergerakan ADRO adalah dengan mengamati indikator MACD, bila indikator MACD (garis merah pada panel bawah) terlihat naik ke atas level 0 setelah ADRO mengalami rebound kemungkinan besar ADRO akan kembali ke trend utama.

Mengikuti kondisi ADRO saat ini, terlihat akan mengalami retracement yang cukup jauh, untuk mencapai level 1400.  Untuk yang punya posisi di ADRO sebaiknya mencari kesempatan keluar dalam penguatan yang akan segera terjadi di ADRO.

Secara long term, belum terlihat tanda-tanda yang mengkhawatirkan pada trend ADRO, tetapi dalam jangka menengah, beberapa bulan ke depan situasi ADRO tidak terlalu menggembirakan.

Wednesday, March 14, 2018

Data EoD dengan Frekwensi, Foreign Net Buy/ Sell dan Valuasi Transaksi harian

Kebutuhan data transaksi perdagangan di Bursa Efek Indonesia sangat tinggi, setiap institusi mencoba memberikan yang terbaik. Ada berbagai macam sumber data, termasuk yang di berikan melalui blog Paman Saham. Data tersebut adalah mirror dari Data Harian BEI sehingga EoD yang tampil pada kedua laman tersebut sama dan sebangun.



Melalui laman ini, dicoba untuk menggabungkan beberapa sumber data yang layak dipercaya, terutama karena diambil langsung dari laman Bursa Efek Indonesia dengan sedikit penggabungan untuk mendapatkan data Frekwensi dan Net Foreign Buy/ Sell.

Pengguna Amibroker bisa melakukan import, untuk membedakan dengan sumber data lain, digunakan ketentuan sebagai berikut :

Nama file diawali dengan kode fms lalu diikuti dengan 2 digit tahun (YY), 2 digit bulan (MM) dan 2 digit tanggal (DD) dan extension txt.
Untuk format filename pada Import Wizard Amibroker bisa dituliskan sebagai berikut : fms*.txt

Format tanggal yang digunakan adalah MDY.

Urutan kolom adalah :
<date>,<ticker>,<open>,<high>,<low>,<close>,<volume>,<frekwensi>, <value>,<NBSA>

Frekwensi menyatakan frekwensi emiten tersebut ditransaksikan dalam sehari perdagangan, NBSA adalah selisih dari pembelian dengan penjualan yang dilakukan oleh institusi/ perorangan  asing, dan value adalah nilai total perdagangan pada satu hari.

Value bila dibandingkan dengan volume akan menghasilkan rerata harga pada perdagangan harian tersebut.

Value 1 lot saham berharga 500 adalah 50.000, sedangkan 1lot saham berharga 5000 akan memiliki value 500.000. Bisa diperbandingkan dengan frekwensi dan volume masing-masing untuk mendapatkan analisa yang lebih mendalam mengenai transaksi harian.

Pada Amibroker hanya tersedia 2 slot untuk data baru, yaitu Aux1 dan Aux2, sementara pada data yang diberikan ada 3 kolom data baru, yaitu Frekwensi, Value dan NBSA, tentu saja pengguna harus memilih salah satu yang akan dikorbankan. Untuk gambaran secara umum, banyak trader yang memilih untuk mengamati pergerakan institusi asing, sehingga lebih banyak yang memilih menggunakan <Aux1> untuk frekwensi dan <Aux2> untuk Net Foreign.

Data EoD diambil dari group Data 408 sedangkan data frekwensi dan NBSA didapat dengan bantuan seorang trader.

Disebabkan oleh keterbatasan waktu untuk mengolah data tersebut, maka sangat dianjurkan untuk memiliki beberapa database, untuk mengatasi resiko keterlambatan data feeder.

Untuk praktek melakukan analisa teknikal bisa melalui channel Stock Technician di Youtube 

Data EoD dengan Frekwensi, value dan NBSA untuk bulan berjalan bisa melalui GDRIVE

 .
Tutorial import ASCII pada Amibroker bisa mengikuti link ini.

Data Awal
Afl FQ
Oktober 2017 - Des 2017

Jan 2018   Feb 2018  Mar 2018 Apr 2018 Mei 2018 Jun 2018 Jul 2018 Agt 2018 Sep 2018 Okt 2018  Nov 2018 Des 2018 Jan 2019 Feb 2019 Mar 2019 Apr 2019 Mei 2019 Juni 2019 Juli 2019 Agt 2019

Mulai bulan Mei 2019 dan seterusnya, arsip dipindahkan ke cloud server karena keterbatasan kapasitas GDRIVE yang digunakan untuk arsip video workshop online. Beberapa data bulanan lainnya juga sempat terhapus dari GDRIVE. Mohon maaf atas ketidaknyamanan,

Saturday, March 10, 2018

Main Saham

Main saham, adalah kata-kata yang paling sering diucapkan oleh masyarakat. Kata-kata yang menyakitkan, seolah para trader dan investor di pasar modal hanyalah bermain dan bersenang-senang. Sesungguhnya Pasar Modal adalah tempat bekerja, berkarya dan mencari nafkah, tidak ada permainan di sana, tetapi bisa dilakukan sambil bersenang-senang. Dengan alasan tersebut lebih cocok digunakan kata trading/ berdagang atau investasi saham.

Apa yang harus dilakukan untuk memasuki pasar saham?


Memilih Sekuritas

Untuk bisa bertransaksi di bursa saham Indonesia (BEI), seseorang harus memiliki rekening dengan nominal tertentu yang dialokasikan khusus untuk transaksi. Rekening tersebut dibuat pada sebuah institusi yang disebut Sekuritas. Ada banyak Sekuritas di Indonesia dan cabangnya tersebar di berbagai kota.Saat ini, seseorang yang hendak membuka rekening tidak perlu berkunjung ke kantor sekuritas, dokumen pembukaan rekening bisa di download melalui website tiap perusahaan. Untuk awal silakan kunjungi beberapa web berikut ini:

Philips Sekuritas
Indopremiere
Jasa Utama
Trimegah
Mirae

Masih banyak sekuritas lainnya, yang perlu diperhatikan adalah setiap sekuritas tersebut berada dalam pengawasan OJK.

Sekuritas inilah yang berhubungan dengan pasar, trader memberikan perintah kepada sekuritas untuk melakukan pembelian/ penjualan di bursa melalui telepon ataupun melalui aplikasi.

Setiap membuka rekening saham, maka secara otomatis akan dibuatkan rekening bank untuk pencatatan dana nasabah. Setiap melakukan transaksi beli dana nasabah akan berkurang dan setelah melakukan transaksi jual dana nasabah akan bertambah. Bila ingin menambah dana untuk membeli saham, nasabah harus memasukkan dana ke rekening bank tersebut. Sebaliknya bila ingin melakukan penarikan dana bisa mengisi form penarikan (withdrawal) yang tersedia pada setiap aplikasi sekuritas.



Dokumen yang harus disiapkan

Sebagaimana pembukaan rekening finansial lainnya, diperlukan beberapa persyaratan dokumen untuk dilapirkan bersama formulir pembukaan rekening saham. Umumnya yang diminta adalah:

Fotocopy/ scan KTP/ID
Fotocopy NPWP
Fotocopy halaman 1 buku rekening bank yang tercantum nama dan nomer rekening

Nama rekening saham akan sesuai dengan nama yang tercantum pada KTP/ID, sedangkan NPWP untuk keperluan pencatatan pajak transaksi. Rekening bank yang disampaikan untuk menampung dana pemindahbukuan saat melakukan penarikan dana (cash withdrawal). Dokumen tersebut disiapkan terlebih dahulu, bisa dikirim bersama dengan form ataupun melalui email.
Sebagai contoh pembukaan rekening saham dan kontak personal :

Philips : Franky (franky@phillip.co.id  atau frw11@yahoo.co.id )
Mirae cp : Nick (telegram id : @nickfps)


Setoran awal

Untuk setoran awal setiap perusahaan memiliki ketentuan sendiri, berbeda satu dengan yang lainnya, setoran minimum menurut ketentuan Indopremier, saat ini tidak ada setoran minimal untuk pembukaan rekening, cukup menyetorkan sejumlah dana yang akan dipakai untuk membeli saham.


Ketentuan lainnya untuk bertransaksi di pasar saham:

Pembelian saham minimal sebesar 1 lot (100 lembar), aturan ini mengakibatkan minimal dana untuk pembelian saham adalah Rp 5000 yaitu untuk pembelian saham seharga Rp50 sebanyak 100 lembar.

Fee transaksi untuk transaksi beli berkisar pada 0.1%  - 0,4% dari nilai pembelian, artinya bila ingin membeli saham seharga Rp 50, maka dibutuhkan dana sebesar
Rp 5000 (harga 1 lot saham) + 0,2% (fee transaksi beli) * 5000 (harga 1 lot)
= 5000 + 10 = Rp 5005,-

Fee transaksi jual umumnya sebesar Fee transaksi beli + 0,1% (pajak penjualan). Pada contoh diatas, bila ingin menjual 1 lot saham seharga Rp 50 ;

Rp 5000 (harga 1 lot saham) - 0,2% (fee transaksi jual) - 0,1% (pajak penjuaan)
= 5000 - 20 - 5 = Rp 4975,-
Dana hasil penjualan saham sebesar 4975 tersebut akan dikreditkan pada rekening nasabah.

Dari contoh perhitungan transaksi diatas, bila penjualan dan pembelian dilakukan pada harga yang sama, maka nasabah akan mengalami kerugian fee sebesar Rp 30,- atau berkisar 0,3%. Tentu saja dengan semakin tinggi harga saham dan semakin banyak kuantitasnya fee akan ikut membesar

Jam operasional Bursa Saham Indonesia pada Waktu Indonesia Barat adalah 
.
Senin - Kamis Sesi Pukul 09:00:00 s/d 12:00:00 dan  Pukul 13:30:00 s/d 15:49:59
Jumat Pukul 09:00:00 s/d 11:30:00 dan Pukul 14:00:00 s/d 15:49:59. 
Sebelum jam 09.00 ada sesi pre-opening dan setelah pukul 15:49:59 ada sesi pre-close.

Demikian penjelasan singkat mengenai Pasar Saham Indonesia, diharapkan bisa membantu untuk memulai langkah menjadi seorang pelaku pasar.

Wednesday, March 7, 2018

Mau kemana IHSG ???

IHSG pada penutupan 6 Maret 2018
IHSG pada penutupan Selasa 6 Maret 2018 ditutup melemah. Secara teknikal, IHSG baru saja menembus support yang cukup kuat.

Support berikutnya ada di 6429 - 6460 pada gambar diberi kotak merah. Pada support tersebut, memberikan gambaran terbentuknya double top.

Bila benar double top, maka target pelemahan IHSG bisa menyentuh 6170, Artinya IHSG akan terpangkas mendekati -10% sejak titik tertingginya di 6693.47 yang tersentuh pada tanggal 20 Februari 2018.

Bila dilakukan pengamatan secara detil, bisa dikatakan IHSG bukan doble top, hanya sebatas koreksi normal terhadap trend yang sedang berlangsung. Tidak perlu terlalu dirisaukan.

Beberapa alasan yang bisa dipertimbangkan adalah pergerakan turun IHSG semakin melemah. Beberapa saham penggerak utama IHSG memang masih terlihat melemah, BBRI, BMRI masih dalam tahap konsolidasi, bahkan TLKM masih belum mencapai target pelemahan.

IHSG saat ini bertahan pada MA50 yang akan bekerja sangat baik menahan pelemahan. Berdasarkan kekuatan MA50 itulah maka bisa diharapkan IHSG akan segera rebound. 

Kemungkinan dalam beberapa hari kedepan IHSG masih mengalami konsolidasi disekitar MA50, trader yang bergerak dalam saham-saham blue chip bisa mulai kembali melakukan akumulasi, bersiap untuk mengikuti penguatan IHSG.

Kita akan nikmati bersama pergerakan IHSG, menantikan bull kembali menguasai pasar.


Saturday, March 3, 2018

Analisa Fundamental dan Teknikal untuk trading saham.

Sebelum membuka posisi dalam trading saham, setiap orang setidaknya melakukan analisa pergerakan harga saham, saat ini di Indonesia analisa yang cukup populer dan banyak pengikutnya adalah :
1. Analisa Fundamental
2. Analisa Teknikal

Ketiga pendekatan tersebut menggunakan data masa lalu untuk memproyeksikan pergerakan harga di masa yang akan datang.. Analisa Fundamental menitikberatkan pada pendekatan kondisi keuangan emiten, melihat angka-angka laba-rugi, peningkatan omzet lalu meletakkan target pergerakan harga. Analisa Teknikal menggunakan grafik melihat pergerakan harga pada masa lampau lalu meletakkan target pergerakan harga.

Pendekatan secara fundamental memerlukan rentang waktu yang paling panjang, memperhitungkan nilai perusahaan untuk membuat keputusan membuka ataupun menutup posisi. Analisa Fundamental memberikan signal beli saat harga pasar berada dibawah nilai perhitungan. Prospek bisnis ataupun peningkatan produksi dan omzet menjadi kriteria penting. Setiap berita yang menyangkut suatu emiten akan dipertimbangkan dalam analisa fundamental.

Pendekatan secara teknikal memiliki rentang analisa yang lebih pendek dari analisa fundamental. Analisa secara teknikal menganggap semua berita dan kejadian sudah tergambar pada grafik. Saat melakukan analisa teknikal berita dan rumor diabaikan hanya mengandalkan apa yang terlihat.

Analisa Teknikal percaya bahwa setiap kinerja emiten sudah tercakup pada pergerakan harga di grafik. Emiten yang mengalami peningkatan kinerja membuat harga di pasar bergerak naik, vice versa. Dengan demikian saat melakukan analisa secara teknikal, maka analisa fundamental sudah diperhitungkan sehingga tidak perlu lagi melihat angka-angka pada laporan keuangan.

Pendekatan Fundamental lebih banyak dikenal karena secara tidak langsung diajarkan secara formal melalui pelajaran akuntansi. Dengan faktor luasnya penggunaan akuntansi, maka penggunaan analisa fundamental bisa diterima secara cepat.

Pendekatan Teknikal sejauh ini sering dianggap sebagai seni karena tidak diajarkan dalam secara formal. Dengan menggunakan garis-garis sederhana, analisa teknikal dapat memproyeksikan dengan baik arah pergerakan.

Untuk seorang yang secara serius menggeluti trading saham, biasanya melakukan kedua pendekatan tersebut. Memilih saham dengan melakukan analisa fundamental, melihat harga perusahaan dan membandingkan dengan harga pasar. Setelah menemukan kriteria yang cocok, kemudia dilakukan analisa teknikal untuk menentukan saat yang tepat membuka posisi.

Ada banyak situs yang membahas analisa fundamental membedah setiap laporan keuangan dan menyajikan kepada publik. Rentang waktu yang panjang sejak membeli hingga menjual seringkali dianggap sebagai investasi, tetapi berdasarkan logika kegiatan tersebut dilakukan untuk mendapatkan peningkatan nilai modal (capital gain), sehingga masih terhitung sebagai kegiatan trading.

Trading berdasarkan analisa teknikal terkadang dianggap sebagai 'trading sebenarnya'. Jika dilihat rentang waktu yang diperlukan sejak membeli hingga menjual saham kadang relatif singkat. Tetapi jarang disadari analisa teknikal digunakan untuk melakukan proyeksi pergerakan harga yang panjang. Tidak pernah ada batasan waktu untuk seorang trader dalam melakukan aktifitasnya.

Pendekatan Fundamental dan Teknikal bisa digunakan dalam rentang waktu yang panjang, tetapi seorang yang melakukan pendekatan teknikal akan menemukan beberapa titik yang menjadi batasan untuk menjual/ membeli.

Dari perbedaan itu secara logis membuat frekwensi trading dengan pendekatan fundamental lebih rendah dibanding frekwensi trading dengan menggunakan pendekatan teknikal. Pergerakan harga yang naik dan turun dalam rentang waktu pendek, bisa dilihat secara teknikal namun tidak terlihat dalam analisa fundamental.

Pemilihan metode analisa bisa berbeda pada tiap orang, tetapi selama tujuannya adalah penambahan modal, bisa dikategorikan sebagai trader belum mencapai tahapan sebagai investor.

Data EoD dengan Frekwensi, Foreign Net Buy/ Sell dan Valuasi Transaksi harian

Kebutuhan data transaksi perdagangan di Bursa Efek Indonesia sangat tinggi, setiap institusi mencoba memberikan yang terbaik. Ada berbagai ...