Tradingview Widget

Thursday, June 1, 2017

Indikator Moving Average

Moving average atau kita sebut sebagai Rerata bergerak adalah salah satu indikator yang banyak digunakan. Indikator Moving Average adalah lagging indicator, atau indikator yg bergerak dibelakang harga. Moving Average kemudian diupayakan untuk lebih responsif terhadap harga, maka kemudian dikembangkan Exponential Moving Average (EMA/ XMA) dan Weighted Moving Average (WMA). Masing-masing varian MA tersebut bisa ditemui di charting software.




Gambar 1. Perbandingan gerakan SMA, EMA dan WMA
Perhatikan Gambar 1. Chart TLKM yang dilengkapi dengan SMA(50) berwarna hijau, EMA(50) berwarna kuning dan WAM(50) berwarna merah. Ketiga varian MA tersebut dengan periode yang sama yaitu 50, tetapi terlihat WMA lebih responsif pada pergerakan harga, tetapi tetap ketinggalan dibanding pergerakan harga. Dengan demikian pemilihan untuk menggunakan varian MA sangat bergantung pada trader yang memilih, menggunakan MA yang mana dalam melakukan analisa pergerakan harga saham.

Saat ini akan digunakan Simple Moving Average (SMA), sedangkan penggunaan EMA dan WMA pada prinsipnya sama saja. Sebagai trendfollower, SMA difungsikan sebagai indikator yang memberikan konfirmasi trend. Sifatnya yang lagging, menguntungkan sebagai indikator yang paling lambat dan jujur saat digunakan menilai trend yang berlangsung. Harga di atas MA, kita katakan uptrend. Sedangkan bila harga di bawah MA, kita katakan downtrend.




Gambar 2. MA(50) dan MACD(12,26,9)
Perhatikan Gambar 2. saat harga berada di antara  garis vertikal kuning bisa diperhatikan, MACD berulangkali naik dan turun golden cross dan death cross bergantian, tetapi selama harga masih berada di atas MA(50), maka masih terus melaju naik. Higher high, higher low terus terjadi. Dengan bantuan MA(50), gerakan indikator MACD mendapatkan bantuan yang cukup baik untuk mengambil keputusan beli, hold ataupun jual.
Sekarang akan dilakukan eksperimen dengan menggunakan 2 buah MA, yaitu MA(50) dan MA(20). Aturan penggunaan 2 buah MA sederhana saja ;
Signal beli saat MA periode pendek memotong MA periode lebih panjang dari bawah ke atas, kita sebut Golden Cross (GC). MA periode pendek memotong MA periode panjang dari atas ke bawah, kita sebut Dead Cross (DC).

Bahan percobaannya adalah saham TLKM selama periode Juni – Agustus 2016, digunakan MA(5) dan MA(20) sebagai sample indikator. Perhatikan Gambar 3. Tanggal 4/5-2017 Saat itu MA dalam posisi DC, sehingga disimpulkan harga akan turun, saham TLKM tidak bagus untuk dibeli.




Gambar 3. TLKM -DC MA(5) vs MA(20)
Sesuai aturan di atas, maka perlu menunggu saat yang tepat untuk melakukan pembelian saham TLKM. Memang secara kasat mata terlihat TLKM sedang jalan turun, setelah naik cukup tinggi.
Seperti sudah disinggung sebelumnya MA adalah lagging indikator, sehingga harga sudah bergerak turun cukup jauh, baru ada signal sell dari MA.
Selanjutnya terjadi Golden Cross, tepatnya tanggal 11/5-2016. Karena EoD diupdate saat pasar tutup, maka pembelian dilakukan pada hari berikutnya 12/5-2016, diharga 3710, cukup menghibur walaupun saat itu beredar foto Dian Sastro foto bareng DKI-1, bisa terobati dengan TLKM yang GC.




Gambar 4. TLKM GC pada tanggal 11/5-2016
Seperti pada Gambar 4. terjadi kenaikan 1,1% pada saham TLKM. suatu awal yang baik dengan mengikuti signal MA. Selanjutnya, berdasarkan posisi MA yang masih dalam keadaan GC, maka tidak perlu keluar, tetap mengikuti uptrend yang sedang terjadi.
Tanggal 19/5-2016 terjadi peristiwa yang cukup menghebohkan, saham TLKM mengalami koreksi cukup dalam. Gambar 5. memperlihatkan koreksi yang terjadi cukup besar, TLKM di tutup -2,9%.




Gambar 5. TLKM tanggal 19/5-2016
Bagaimana bisa terjadi, apakah TLKM terkena sentimen negatif karena sidang Saiful Jamil yang dilaksanakan hari itu?  Indikator MA dalam keadaan GC, walaupun banyak yang galau dengan sidang Saiful Jamil, tetapi belum saatnya keluar dari saham TLKM. The show must go on. Tetap hold TLKM, apapun hasil sidang.
Terbukti kesabaran dan ketekunan tanpa terpengaruh rumor apapun memberikan hasil. Tanggal 3/6-2016, TLKM break high, naik dengan candle merah seperti yang diperlihatkan pada Gambar 6.




Gambar 6. TLKM 3/6-2017 break high walaupun dengan candle warna merah.
Kenapa bisa break high, naik tetapi candle merah ya? Cukup mengherankan, mungkin karena saat itu beredar berita mengenai Jessica Iskandar yang jual mobil untuk dijadikan modal. Hallo Neng Jessica, perlu modal buat di pasar saham ya?
Perhatikan gerakan harga TLKM, terus menerus higher high dan higher low. Pertanda uptrend yang sangat bagus. Berapa lama akan bertahan, belum ada yang pasti, selama kondisi MA masih GC, terus ikuti gerakan naiknya.




Gambar 7. TLKM rebound,indikator MA hampir DC.
Tanggal 14/6-2017, pergerakan MA cukup membuat galau, sore hari saat memeriksa chart dengan EoD, ternyata MA(5) sudah meluncur turun mendekati MA(20). Perhatikan Gambar 7. TLKM mulai rebound, tetapi indikator MA malahan berdekatan, hampir DC. Tampaknya indikator MA bereaksi negatif saat beredar kabar Saiful Jamil di vonis 3 tahun. Sungguh menggemparkan, bahkan harga TLKM  naik 0.3% tetapi MA tetap bereaksi negatif. Ini dikarenakan gerakan MA adalah rerata dari 5 candle sebelumnya yang turun cukup jauh.




Gambar 8. TLKM tanggal 29/6-2016 break high dengan candle hijau.
Selama indikator yang kita adopsi dalam sistem trading dalam hal ini adalah MA(5) dan MA(20) belum menunjukkan DC sebagai signal jual, maka saham TLKM tetap di hold.
Terbukti tanggal 29/6-2016, TLKM kembali break high, kali ini dengan candle hijau tinggi, sehingga cukup menyenangkan pemegang saham TLKM.
Mungkin ini adalah cara pasar memberikan hadiah ulang tahun ke-22 untuk Nikita Willy.

Dalam perjalanan berikutnya, TLKM sangat menggembirakan pada tanggal 13/7-2016. Tercatat TLKM mengalami peningkatan 3,9% dan break high. Pada gambar 9 terlihat, tanggal 13/7 TLKM membentuk Morubozu, hari yang benar-benar menggembirakan, karena di hari tersebut Jupe juga memberikan keterangan bahwa dia masih hidup.




Gambar 9. TLKM break high, diikuti koreksi yang cukup dalam.
Hmmm, bahagia itu sederhana, TLKM morubozu dan Jupe masih hidup.
Pasar saham tidak bergerak secara linier, tetapi naik turun mengikuti kondisi pelaku pasar. Bisa jadi banyak penggemar JuPe yang merasa bahagia dan melakukan pembelian besar-besaran pada hari tersebut. Fenomena ini sepertinya akan dipatenkan sebagai Analisa Seleb-mologi.
Berita yang mengecewakan para trader, terutama trader jomblowan sangat berpengaruh. Pada tanggal 15/8-2017, Beredar foto Franda yang cantik dengan suaminya, jelas ini membuat banyak trader patah hati, akibatnya tercermin pada harga TLKM di hari itu tutup -3,3% dan indikator MA menunjukkan DC. Dimulailah fase downtrend. TLKM yang turun, harus dijual besok, seharga 4140.




Gambar 10. TLKM DC, saat nya jual
Ini merupakan pukulan berat untuk para jomblowan, sehingga harus menerima cobaan yang cukup berat.
Apakah harga TLKM akan turun jauh? Berdasarkan signal pada indikator MACD, terlihat indikasi TLKM akan mengalami koreksi, atau setidaknya tidak cukup tenaga untuk melanjutkan penguatan.
Pada Gambar 11. terlihat TLKM bergerak mendatar, walaupun ada peningkatan tetapi masih bisa dikatakan dalam fase sideways. Situasi yang membosankan bagi trader.




Gambar 11. Gerakan TLKM beberapa saat setelah indikator MA menunjukkan DC
Untuk TLKM selama periode 12/5-2016 sampai 16/8-2016, kurang lebih 3 bulan, profit yang dihasilkan adalah sebesar 4140 – 3710 = 430 atau mendapatkan profit sebesar 11,6%. Artinya bila seorang trader membeli saham TLKM pada tanggal 12/5-2016 dengan dana 10jt, maka 3 bulan kemudian dananya telah menjadi 11.600.000,-  hasil yang cukup bagus hanya dengan menggunakan indikator sederhana.
Demikian penjelasan ringan mengenai penggunaan indikator MA yang bisa menghasilkan profit cukup tinggi. Tentu saja penggunaan MA(5) dan MA(20) bisa dimodifikasi sesuai dengan gaya dan tingkat kenyamanan setiap orang. Dengan pengamatan yang cukup panjang, disertai evaluasi dan penyempurnaan sistem trading tentu saja diharapkan bisa memberikan imbal hasil yang lebih baik.

Mengenai konsep Seleb-mology, belum ditemukan hubungan yang cukup kuat antara tingkah selebriti dengan pergerakan harga saham. Apakah kelak hadir seorang analis seleb-mology, jangan ragu untuk menghubungi kami. Kami akan sangat senang mempublikasikan cara analisa terbaru untuk mencapai profit optimal.

Thursday, January 5, 2017

Perjalanan di pasar saham

Saya mengenal pasar saham sekitar akhir 2007, sewaktu masih berstatus karyawan. Saat mempersiapkan stand pameran untuk perusahaan tempatku bekerja. Kebetulan dua lokasi berada dalam lingkup JHCC cuma berbeda hall, dan waktunya juga overlap.

Setelah kembali ke kantor, saya coba diskusi dengan atasan langsung, beberapa rekan sejawat dari lain devisi. Rata-rata tanggapannya negatif. Pasar saham adalah arena judi, tempat di mana orang kehilangan uang dengan cepat.

Satu-satunya feedback positif datang dari atasan saya. Pasar saham adalah tempat investasi, dalam longterm return lebih besar. Jangan pernah pikirkan investasimu, terus menabung dalam bentuk saham. Begitu kurang lebih nasehatnya.

Seperti halnya semua manusia, yang hanya percaya pada apa yang diinginkan, maka saya percaya pada atasanku. Hal yang istimewa, karena selama ini kami kompetitif, cenderung saling bertentangan. Singkat cerita pengurusan administrasi rekening sekuritas dimulai, dokumen dikirim melalui kurir, kekurangannya bisa melalui fax.

Mulai dalam perdagangan saham, mulai dari 0 besar. Kaget ternyata ada banyak kode saham, Bakrie Group sedang berjaya, ANTM, ELSA adalah favoritku. Dengan pengetahuan 0, strategi 0, modal amblas 50%. Akhirnya kapok trading saham, invest saja, beli UNVR dan disimpan. Badai 2008 menghantam, pasar goyah, tapi karena saat itu hanya ada UNVR diportofolio, jarang diperhatikan pula, maka badainya tidak terlalu berasa, yang penting tiap bulan nambah stock UNVR, entah averaging down ataupun averaging down, pokoknya nambah.

Petualangan berikutnya membawa Chartnexus ke komputerku, masa itu modem mobile disediakan oleh esia (BTEL).  Terjadilah percakapan dengan beberapa customer perusahaan, dapet bisikan pake Chartnexus untuk trading, wokeh, install CNX, entah program apa, gak ngerti klo ada yang tanya, gw jawab untuk saham.

Tahun 2013, portofolio dikosongkan, proyek renovasi rumah dimulai, semua sumberdaya untuk menyelesaikan rumah.  Okeh, hidup damai tanpa bersinggungan dengan pasar modal.
Tahun 2015, restart investasi saham. Beuh, nambaah banyak aja emitennya. Bakrie group kongkow di gocap, ANTM 500an, menuju right issue, ELSA, di sekitar 300an. Internet udah canggih, bisa trading dalam mobile mode, banyak perubahan, semua menyenangkan.

Seiring dengan bertambahnya waktu luang, ditunjang dengan jaringan internet yang semakin bagus, buka 1 account khusus untuk trading, sebagian dana dipindahkan dari sektor investasi ke sektor trading. Petualangan berikutnya saat bergabung ke berbagai forum saham, ketemu banyak kawan. Sebagai newbie, hal yang sangat menyenangkan. Banyak hal baru dipelajari, mulai dari baca indikator, lihat-lihat bentuk candle, formasi candle, sangat menyenangkan. Yang kurang menyenangkan adalah account trading menyusut 45%, sedih karena harus top-up lagi supaya bisa trading karena alokasi lainnya dalam posisi nyangkut.
Dari pengetahuan indikator berlanjut ke research mandiri, hunting buku – thank’s God for e-commere. Banyak buku, meskipun temanya mirip satu dengan yang lain tetapi dari penggunaannya ada beberapa varian yang disesuaikan dengan pengalaman penulis. Penelusuran di internet, membuka wawasan yang lebih luas, banyak trader menuliskan pengalaman menggunakan indikator berbagai tips dengan mudah didapatkan, berdasarkan pengalaman para trader. Rasa percaya diri naik, terlihat dari trading harian yang makin sering, bisa masuk dan keluar dengan percaya diri berdasarkan signal indikator. Profit dan loss silih berganti disebabkan timing yang kurang pas dan target harga yang terlalu dekat. Harus ada penambahan supaya bisa masuk dan keluar dengan optimal.  

Pengaruh paling besar datang dari seorang penulis wanita, Linda Lee (@fiboprincess) melalui buku “in love with Fibonacci”, tulisannya pendek, singkat tetapi membuka pintu pencarian yang lebih luas. Berbagai sumber mengenai Fibonacci dikunjungi, berbagai ebook dibaca, titip buku ke relasi yang sedang diluar negeri juga dilakukan. Pokoknya harus dapat, dengan cara apapun.
Komunitas yang sangat mendukung sehingga pelajaran trading dilalui lebih ringan. Kekuatan didapat terutama saat menyadari saya tidak sendiri, ada banyak orang yang juga merasakan cutloss, menikmati profit taking, menyesali exit level yang terburu-buru. Kekeliruan yang manusiawi, kita belajar bareng. Pamer floating gain, mati ketawa saat pameran floating loss, jajan ringan 1lot sekedar uji analisa dilakukan bersama. Saling ejek sesama trader justru makin memupuk motivasi untuk mengeluarkan potensi terbaik tiap orang, walaupun sering juga terjadi gesekan yang bisa melukai, tetapi selama bisa bertahan dan mendapatkan hal terbaik semua berujung pada profit bareng. Menemukan banyak sahabat, walaupun tak pernah bertatapan fish to fish :D, adalah sisi lain yang tak kalah menyenangkan.


Sebagai seorang silent reader, saya ingat suka download gambar chart di share oleh member lain, beberapa malah dicetak, lalu melakukan analisa dengan pengetahuan yang sangat minim. Kadang dengan indikator berbeda, melakukan analisa sendiri. Hasilnya kacau, gak sesuai dengan pendapat orang lain. Lebih kacau lagi ternyata pasar berjalan berlawanan dengan analisaku. Kacau, harus ada langkah revolusioner dalam pembelajaran.

Babak baru dimulai, posting hasil analisa di forum diskusi. Beberapa tanggapan masuk, dan yang paling menyenagkan saat ada analisa saham yang sama dengan hasil yang berbeda. Bisa saling bertanya, kadang masih adu gambar, melakukan revisi chart, upload lagi demi mendapatkan perbaikan dalam membaca hasil analisa. Masa-masa terindah dalam pelajaran ini, dimana setiap malam dipenuhi dengan gambar, 3jam sehari habis untuk sekedar bikin garis-garis.

Secara perlahan dan tak disadari terjadi transformasi, dalam beberapa bulan hasil analisaku semakin baik, hasil trading juga menggembirakan. Membeli saham downtrend berkurang drastis, dulu sering terjebak dalam saham sideways, sekarang malahan sengaja mencari saham sideways. Dan yang paling mengherankan, banyak pertanyaan ditujukan pada saya, ini membingungkan, saat itu masih banyak member yang kemampuannya mumpuni. Perubahan itu terjadi tanpa saya sadari, orang lain yang melihat, mungkin ada yang mengamati hasil analisaku dan mendapatkan skenario yang sesuai. Portofolio tradingku juga menggembirakan, dana mulai bertumbuh dan bisa dipindahkan kembali ke akun investasi, sebagian bisa dibagi dengan orang lain. Loss masih rutin terjadi, tapi sekarang dilakukan dengan hati dingin, tanpa memandang ke belakang karena keyakinan sudah tumbuh di depan sana ada yang lebih baik.
Babak baru terjadi, secara khusus saya mulai memperhatikan member lain yang sering bertanya, memberikan lebih banyak jawaban dan berusaha lebih terstruktur.  Hal ini menjadi ujian bagi saya, sebagaimana saya berupaya menduplikasikan diri dalam pekerjaan, begitu pula dalam melakukan analisa, sebisa mungkin pengalaman ini dibagikan dengan orang lain. Waktu yang saya butuhkan untuk mendapatkan ketrampilan ini harus bisa dipangkas saat diikuti orang lain, kesalahan yang sudah saya lakukan, sebisa mungkin tidak usah dirasakan orang lain. Beberapa kontak secara pribadi coba dibangun tapi saya membatasi diri untuk berkomunikasi melalui forum, lebih kepada pemikiran sekali menulis untuk dibaca banyak orang dan bisa memberi nilai tambah sekaligus pada banyak orang.

Kerugian, saham nyangkut, salah baca chart, melawan pasar tidak serta merta hilang. Kejadian tersebut masih terus berulang, sampai saya menyadari, tidak ada ketrampilan yang bisa menghilangkan hal itu. Semua itu lebih pada gambaran kepribadian saya, yang dengan keras kepala menolak untuk tunduk dan bertahan pada pendapatku. Kepercayaan diri yang terlalu tinggi berujung pada kesombongan untuk mengakui kesalahan analisa, tergambar pada jumlah dana yang nyangkut. Semakin saya berkeras, dan menyuntikkan dana untuk averaging down menunjukkan tingkat kesombongan yang makin tinggi, pasar selalu menghukum kesalahan, semakin berkeras, hukuman makin berat.

Pasar menjadi cermin, semua gambar diri tercetak dalam portofolio. Bandingkan berapa dana yang bebas dan yang nyangkut, itulah gambaran diri saya. Seberapa banyak pasar menghargai tindakan baik yang saya lakukan. Bersikap baik dan ramah pada pasar harus selalu dikedepankan. Saat portofolio hijau, biarkan terus menghijau. Sebaliknya lakukan pencegahan saham yang merah menjadi semakin merah. Jangan dibalik, mencegah pembesaran yang hijau dan mendorong penebalan yang merah.  Saatnya berubah, yang hijau biarkan terus menghijau, jangan dipangkas, sebaliknya yang merah jangan dibiarkan berkembang, segera amputasi sebelum berakar dan menjalar kemana-mana. Let’s the profit running!

Menjadi trader adalah proses, bukan tujuan. Menjadi trader artinya perubahan terus menerus, belajar mengembangkan diri, menyesuaikan diri dalam perubahan. Tidak pernah berhenti belajar, membantu orang lain adalah membantu diri sendiri. Dengan diskusi bersama orang lain membuka sisi lain yang mungkin luput dari pengamatan. Kesempurnaan adalah proses, terus berubah adalah bagian dari kesempurnaan.


– sebuah refleksi 10 tahun petualangan

"Duc in altum" - Bertolaklah ke tempat yang dalam., karena lautan yang tenang tak pernah menghasilkan pelaut yang tangguh

Data EoD dengan Frekwensi, Foreign Net Buy/ Sell dan Valuasi Transaksi harian

Kebutuhan data transaksi perdagangan di Bursa Efek Indonesia sangat tinggi, setiap institusi mencoba memberikan yang terbaik. Ada berbagai ...